Uang Lusuh-ku

makanuang(photobucket)Lembar demi lembar uang hasil menagih di warung-warung aku hitung saat melepas penat di sebuah mushala yang letaknya tak jauh dari pinggiran jalan besar. Aku tersenyum melihat lembaran-lembaran uang tersebut karena wujudnya sebagian besar sudah kumal bahkan ada beberapa lembar uang yang kertasnya sudah agak rapuh sehingga kalau kita tidak hati-hati akan mudah menyobeknya. 😦

Dalam hati aku bergumam, “Inilah mungkin uang rakyat kecil yang entah sudah berapa kali berpindah tangan,” Berpindah dari tangan-tangan orang yang bersedih maupun tangan-tangan orang yang penuh dengan keriangan…. entahlah aku tak tahu. Yang pasti, saat ini lembaran uang tersebut ada ditanganku, tangan orang yang sedang berbahagia karena mendapat rezeki dari-Nya.

Aku kembali tersenyum saat membayangkan uang yang ada pada istriku terlebih saat gajian baru tiba. Uang yang diterimanya tidak ada lipatan sedikit pun, masih mulus dan sudah pasti aroma uang kertasnya begitu memanjakan hidung kita. Aku tahu hal ini karena biasanya istriku suka menukarkan uang kertas barunya dengan uang-uangku yang agak lusuh. “Buat belanja di pasar,” ujarnya. 😆

Wajar memang alasannya. Tentunya sayang kalau uang yang masih mulus bersih harus terdampar ditangan seorang pedagang ikan ataupun pedagang daging yang jelas-jelas nantinya akan mengubah performa uang tersebut. Buat para pedagang seperti saya tidaklah begitu peduli dengan label uang baru. Cukuplah uang itu ngga sobek dan masih layak diterima oleh pasar.

Lembaran uang yang baru mungkin eloknya diberikan kepada orang yang meminjam uang kepada kita ataupun juga diberikan pada saat menghadiri suatu resepsi pernikahan. Menghargai seseorang adalah suatu kepatutan yang semestinya memang kita lakukan.

Apakah lembaran uang baru tidak layak buat kaum yang termajinalkan seperti saya? Tentu tidak juga ya…karena penghargaan itu eloknya adalah buat semua orang tanpa terkecuali.

Ok..untuk menutup postingan ini, ada lagu keren (salah satu lagu favorit saya) yang aransemennya dibuat fresh. Saya suka banget ama nich lagu apalagi ditambah dengan alunan orkestranya… keren banget !

Jaringan anda lemot, silahkan download aja lagunya disini 😉

sumber gambar : langkahawal-its.blogspot.com

Iklan

24 Comments

  1. kalau gak salah dulu pernah diajarin istilah: ‘bad money drives out good’
    ya seperti itu memang praktiknya. kalau ada uang yang bagus dan yang lusuh – pasti yang dipakai lebih sering yang lusuh duluan.

    tapi memang lebih banyak cerita uang lusuhnya. sering ngayal itu uang dah ke mana aja. hehehe

Trims untuk komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s