Perokok


Bapak yang berada didepan sana sekarang seperti merasa malu bila berpapasan dengan ku, terutama bila langkah kaki ku hendak menuju mesjid diujung jalan yang jaraknya hanya sekitar ratusan meter saja. Awalnya saat berpapasan dia duduk-duduk saja didepan warung tetangga sambil menikmati rokok ditangannya hingga sampai aku balik lagi dari masjid. Namun kini sudah berubah polanya, dimana batang hidungnya sudah tak nampak lagi di warung itu, saat sekembalinya aku dari mesjid.

Baca lebih lanjut

Iklan